Tag: Marketing

Apa itu Social Media Marketing? Simak Panduan Lengkapnya di sini!

Social media marketing atau pemasaran media sosial adalah salah satu cabang pemasaran yang sedang digandrungi saat ini.

Singkatnya, social media marketing adalah sebuah metode pemasaran yang memanfaatkan jejaring sosial sebagai platform untuk mempromosikan bisnis.

Jika kamu ingin belajar tentang dasar-dasar social media marketing, kamu berada di tempat yang tepat.

Di artikel ini, Dewaweb berbagi seluruh informasi yang perlu kamu ketahui tentang pemasaran media sosial, mulai dari apa itu social media marketing hingga strategi yang paling efektif yang dapat kamu coba.

Apa itu Social Media Marketing?

Social Media Marketing (SMM) adalah proses pemasaran sebuah bisnis, jasa, atau produk melalui situs jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok.

Namun secara lebih ringkas, social media marketing adalah tindakan membuat konten dan membagikannya melalui media sosial untuk menimbulkan interaksi antara sebuah bisnis dan target audiensnya.

Menurut Neil Patel, seorang pakar marketing, social media marketing adalah upaya untuk memasarkan produk melalui berbagai media sosial baik secara organik, berbayar (ads), atau melalui berbagai strategi networking.

Baca Juga: Ingin VT Kamu Masuk FYP? Ini Dia Jadwal FYP TikTok Tahun 2021

Tujuan Utama Social Media Marketing

Tujuan utama social media marketing adalah membangun hubungan antara bisnis dan audiensnya melalui konten yang bersifat interaktif (engaging).

Semakin tinggi engagement dari sebuah konten di media sosial, semakin besar pula kemungkinan konten tersebut akan dibagikan (share) oleh orang.

Promo Dewaweb

Saat ini, media sosial sedang merajai internet dengan 4,2 miliar pengguna di seluruh dunia. Jadi, wajar saja jika kamu ingin menggunakan media sosial sebagai salah satu channel marketing.

Indonesia sendiri ditaksir untuk memiliki lebih dari 256 juta pengguna media sosial di tahun 2025.

Jumlah pengguna media sosial di Indonesia
sumber data: statista

Pasalnya, banyak juga bisnis lain yang memiliki pemikiran begitu. Saat ini, tingkat kompetisi social media marketing sudah jauh lebih ketat dibanding 5-10 tahun sebelumnya.

Tetapi dengan strategi yang tepat, bisnismu akan dapat meraup hasil investasi (ROI) yang maksimal dari pemasaran media sosial.

Baca Juga: Cara Menghapus Akun Instagram

Mengapa Bisnismu Perlu Social Media Marketing?

Menurut laporan dari Badan Pusat Statistik, sebesar 92,5 persen warga Indonesia dengan akses internet menggunakan media sosial. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa jangkauan demografis media sosial sangatlah luas.

Dengan membentuk strategi social media marketing yang baik, maka bisnismu dapat dengan mudah menjangkau berbagai target audiens dengan lebih efisien.

Selain meningkatkan efisiensi pemasaran, social media marketing juga memiliki beberapa manfaat lain untuk bisnis. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Meningkatkan brand awareness

Mengenalkan bisnismu kepada target audiens tentu saja menjadi tujuan utama dari upaya-upaya marketing yang dilakukan — tak terkecuali social media marketing.

Jika dibandingkan dengan metode promosi tradisional, media sosial menawarkan cara yang lebih mudah dan cepat untuk menjangkau lebih banyak orang.

Dengan kata lain, kamu dapat menggunakan social media marketing untuk menjangkau lebih banyak orang tanpa perlu menghabiskan dana dan waktu untuk menyewa spot iklan di televisi atau baliho di jalan protokol.

Semakin sering orang melihat kontenmu di media sosial, semakin cepat pula brand awareness untuk bisnismu akan terbentuk.

Selain itu, menggunakan gaya visual yang serupa untuk berbagai media sosial juga dapat meningkatkan brand awareness untuk bisnismu.

Brand Awareness Social Media

Sebagai contoh, Gojek memiliki akun untuk seluruh media sosial populer seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok dengan menggunakan logo yang sama untuk memperkuat brand awareness perusahaan mereka.

Dengan demikian, maka seluruh warganet akan dapat mengenali akun resmi Gojek berdasarkan logo dan skema warna hijau-putih yang digunakan.

Baca juga: Cara Membangun Brand Awareness untuk Bisnismu

2. Menyulut percakapan seputar bisnismu

Sebuah strategi social media marketing yang kuat dapat menciptakan perbincangan seputar bisnis, produk, atau brand-mu di internet.

Pada umumnya, produk yang cukup populer akan secara otomatis diperbincangkan oleh warganet. Namun, ada juga beberapa brand yang secara sengaja membuat campaign viral untuk meningkatkan visibilitas produk mereka.

Ambil saja sebagai contoh strategi social media marketing dari Netflix Indonesia.

Admin akun media sosial Netflix dibentuk dengan persona yang jenaka, luwes, dan terkadang menyebalkan melalui pilihan konten, caption, dan balasan-balasan ke komentar seperti contoh di bawah ini.

Social Media Marketing Netflix

Karakter ini akan lebih terasa ‘manusia’, sehingga akan memancing semakin banyak interaksi seperti like, share, dan comments.

Selain itu, karakter tersebut juga akan menimbulkan percakapan mengenai administrator akun Netflix tersebut di internet — yang secara tidak langsung akan meningkatkan visibilitas perusahaan.

social media buzz

Baca juga: Apa itu Brand Equity dan Bagaimana Cara Meningkatkannya?

3. Membuka peluang untuk social listening

Social listening merupakan sebuah upaya untuk memantau percakapan mengenai sebuah topik dalam konteks sosial.

Metode ini dapat membantu kamu dalam mengetahui hal-hal apa saja yang dibicarakan dan dianggap penting oleh para target audiens.

Dengan social listening, kamu akan dapat mengetahui masalah yang dihadapi target audiensmu, sehingga kamu dapat membuat konten terkait penyelesaian masalah tersebut.

jobstreet social media marketing

Sebagai contoh, JobStreet Indonesia membagikan konten mengenai tips untuk menghindari kebosanan selama bekerja.

Topik tersebut bisa jadi merupakan hasil dari social listening yang menunjukkan banyaknya orang mengeluh tentang kebosanan selama bekerja di media sosial.

4. Mengarahkan traffic ke website atau toko online

Salah satu manfaat terbesar dari social media marketing adalah untuk meningkatkan traffic ke website bisnismu.

Jika bisnismu menjual produk melalui website atau toko online, maka social media marketing dapat digunakan untuk meningkatkan traffic ke situs-situs tersebut, sehingga dapat meningkatkan peluang terjadinya transaksi.

Namun memperoleh traffic dari media sosial saja tidak akan cukup untuk meningkatkan penjualan di website atau toko online kamu.

Kamu tetap akan bergantung pada berbagai strategi pemasaran lainnya untuk mengoptimalkan rasio konversi (CRO) pengunjung menjadi pelanggan.

Berbagai media sosial juga telah memiliki fitur untuk menyematkan tautan (link) baik melalui bio atau fitur lain seperti swipe up dari Instagram Stories.

Jika kamu belum memiliki website untuk bisnismu, kamu dapat mulai membuatnya mulai dari Rp20 ribu per bulan, lho!

Caranya? Pakai cloud hosting Dewaweb!

Simak panduan lengkapnya di sini: Panduan Lengkap Membuat Website untuk Bisnis

5. Meningkatkan kualitas customer service

Sebuah survey dari Microsoft menunjukkan bahwa 96 persen orang di seluruh dunia beranggapan bahwa customer service adalah faktor penting dalam menentukan kesetiaan mereka terhadap sebuah bisnis/brand.

Survey yang sama juga menemukan bahwa sekitar 30 persen orang sudah pernah menggunakan media sosial untuk menyampaikan keluhan kepada sebuah brand.

Maka dari itu, kamu dapat menggunakan media sosial sebagaiu salah satu jalur customer service untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelangganmu.

Baca juga: Cara Meningkatkan Kualitas Customer Service dengan Social Media

Platform Terbaik untuk Social Media Marketing

Seiring berkembangnya teknologi, semakin banyak pula pilihan media sosial yang dapat digunakan. Meskipun demikian, beberapa media sosial memiliki preferensi konten dan tipe pengguna yang berbeda.

Lalu, media sosial mana yang paling cocok untuk memasarkan bisnismu? Simak penjelasan di bawah ini.

1. Instagram

social media marketing instagram

Instagram merupakan media sosial berbasis visual. Kamu akan diharuskan membuat konten dengan aspek visual yang menarik dan menonjol agar dapat menarik perhatian para pengguna Instagram.

Maka dari itu, kamu tidak dapat mengandalkan caption untuk memaksimalkan jangkauan (reach) kontenmu.

Dalam konteks social media marketing, Instagram lebih cocok digunakan sebagai media promosi dalam bentuk visual seperti foto katalog dan video sinematik.

Meskipun demikian, Instagram juga memiliki berbagai fitur engagement yang dapat kamu manfaatkan seperti Poll dan Question yang dapat digunakan pada Stories.

Selain itu, kamu juga dapat mengaktifkan fitur IG Shopping yang berguna untuk mencantumkan detail produk pada postingan-postinganmu.

Baca juga: Cara Mudah Membuat Instagram Bisnis & Tips Berjualan di IG

2. Facebook

Saat ini, Facebook adalah media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak di seluruh dunia. Tak heran jika semakin banyak perusahaan memilih untuk memasarkan bisnis mereka di platform buatan Mark Zuckerberg ini.

social media marketing Facebook

Facebook juga menawarkan fitur-fitur lengkap bagi bisnis seperti Facebook Ads, Facebook Page, dan bahkan fitur monetisasi untuk konten video selayaknya YouTube.

Selain itu, Facebook juga menaungi dua platform besar lainnya yaitu Instagram dan WhatsApp, yang artinya fitur integrasi di antara ketiga platform ini sudah sangat baik.

Baca juga: Panduan Lengkap Facebook Ads agar Bisnis Semakin Cuan

3. YouTube

Statistik YouTube

YouTube merupakan salah satu video sharing platform yang sekaligus menjadi sebuah media sosial. Website milik Google ini memiliki potensi besar untuk dijadikan salah satu channel content marketing dengan batas durasi videonya yang sangat panjang.

Selain memasarkan produk melalui video berdurasi panjang, YouTube juga baru-baru ini meluncurkan fitur Shorts yang dapat kamu gunakan untuk mempromosikan bisnismu melalui video-video pendek.

Baca juga: 10 Cara Terbaru untuk Mendapatkan Uang Dari YouTube

4. TikTok

Statistik TikTok Social Media marketing

Meskipun terbilang baru dalam dunia media sosial dan video sharing platform, TikTok telah digandrungi oleh lebih dari 732 juta orang di seluruh dunia.

Meskipun TikTok belum memiliki fitur-fitur selengkap platform lain di daftar ini, perkembangan aplikasi ini cukup menjanjikan untuk dijadikan kanal pemasaran media sosial.

TikTok telah menawarkan fitur seperti pemasangan iklan dan shoppable video yang dapat kamu manfaatkan untuk meningkatkan penjualan produk secara langsung.

Metode kolaborasi seperti endorsement dan rekomendasi produk juga dapat dijadikan cara efektif untuk mempromosikan produk mengingat saat ini banyak sekali content creator di TikTok yang sedang berkembang.

Baca juga: Panduan Lengkap TikTok Ads untuk Meningkatkan Penjualan

5. Twitter

Statistik Twitter Indonesia

Pada kuartal satu tahun 2021, Twitter digunakan oleh lebih dari 397 juta warganet di seluruh dunia.

Namun dalam konteks social media marketing, Twitter lebih banyak digunakan sebagai media customer service dan pengembangan personal branding.

Hal ini disebabkan oleh mayoritas konten Twitter yang berbentuk teks dan audio, sehingga mengurangi daya tarik visual yang dapat memicu adanya engagement.

Baca juga: Panduan Lengkap untuk Mempromosikan Bisnis Lewat Twitter Ads

6. LinkedIn

LinkedIn untuk Social Media Marketing

LinkedIn merupakan media sosial untuk professional dan bisnis dengan yang diklaim telah memiliki lebih dari 775 juta pengguna di seluruh dunia.

Mengingat LinkedIn merupakan platform untuk tenaga professional dan bisnis, maka sebaiknya kamu menggunakan LinkedIn jika bisnismu berbentuk B2B (business-to-business).

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat LinkedIn Ads untuk Bisnis

Cara Membentuk Strategi Social Media Marketing

Secara umum, ada beberapa langkah yang dapat kamu terapkan untuk membentuk sebuah strategi social media marketing yang efektif.

Yuk, kita bahas.

1. Bentuk Profil Audiens

Langkah pertama untuk membentuk strategi social media marketing yang baik adalah menentukan profil audiensmu. Idealnya, kamu perlu membentuk profil audiens yang selaras dengan target pembeli produkmu.

Detail profil audiens dapat bervariasi, namun beberapa informasi mendasar yang biasanya digunakan untuk menentukan target audiens adalah rentang usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan ketertarikan.

Dengan mengetahui profil audiensmu, kamu akan dapat menyimpulkan selera konten mereka yang kemudian dapat menjadi acuan seberapa besar kemungkinan mereka untuk membeli produk yang dijual oleh bisnismu.

Baca juga: Ingin Jadi Content Creator Sukses? Simak Panduannya di Sini!

2. Pilih Platform yang Akan Digunakan

Setelah mengetahui profil audiens, maka kamu dapat menentukan media sosial mana saja yang dapat dijadikan channel untuk pemasaran.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar media sosial memiliki profil audiens masing-masing.

Sebagai contoh, Instagram didominasi oleh pengguna berusia 18-35 tahun sedangkan Twitter didominasi oleh pengguna berusia 18-29 tahun.

Pastikan kamu memilih media sosial yang digunakan oleh target audiensmu untuk meningkatkan efisiensi strategi social media marketing-mu.

3. Buat Konten yang Disukai Audiens

Setelah mengetahui platform yang akan digunakan, pastikan kamu membuat konten yang sesuai dengan selera target audiens yang telah ditentukan.

Jika sebagian besar target audiensmu menggunakan Instagram, maka sudah dapat dipastikan bahwa mereka lebih menyukai konten berbentuk visual seperti foto, infografik, atau video pendek.

Jika target audiensmu berada di Twitter, maka kamu dapat menyiapkan konten berbentuk teks dan gambar-gambar pendek untuk memancing interaksi.

Selain membuat jenis konten yang disukai oleh audiens, kamu juga dapat mengadakan giveaway untuk mendapatkan engagement dan followers baru.

4. Jadwalkan Waktu Publikasi Konten

Secara umum, waktu publikasi konten tidak memiliki siginifikansi tersendiri terhadap performa konten.

Namun ada baiknya jika kamu tetap menjadwalkan publikasi kontenmu saat target audiens yang ingin kamu jangkau sedang aktif menggunakan media sosial tersebut.

Meng-upload konten di waktu-waktu senggang seperti jam pulang kerja dan jam makan siang dapat meningkatkan peluang kontenmu menerima engagement yang tinggi.

Baca juga: Jadwal FYP TikTok Terbaru untuk Posting Video

5. Monitor dan Tanggapi Interaksi Konten

Setelah publikasi konten, jangan lupa untuk memonitor seluruh engagement yang diterima oleh konten.

Baik itu like, share, atau komentar, semua engagement dapat diterjemahkan menjadi informasi yang berguna untuk menyusun rencana postingan selanjutnya.

Selain itu, pastikan kamu juga menanggapi setiap komentar atau pesan terkait postingan kamu.

Dengan demikian, kontenmu akan dianggap memiliki interaksi yang aktif sehingga algoritma media sosial akan meningkatkan visibilitasnya.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Engagement di Media Sosial

6. Evaluasi Hasil Konten

Sebagian besar media

Read More

Pengertian KOL dan Fungsinya dalam Strategi Marketing

Sesuai namanya, Key Opinion Leader (KOL) adalah orang dengan kemampuan membantu memengaruhi masyarakat atau konsumen sehingga mereka mau membeli suatu produk.

Pengertian di atas mungkin mirip dengan istilah influencer, tapi faktanya KOL dan influencer adalah dua hal yang berbeda.

Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas apa itu KOL, perannya pada strategi marketing, serta bedanya dengan influencer. Langsung simak sampai akhir ya!

Baca Juga: 14 Strategi Promosi Terbaik untuk Mengembangkan Bisnis

Apa Itu KOL?

Key opinion leader atau KOL adalah seseorang yang memiliki kredibilitas yang tinggi serta memiliki kapasitas untuk memberikan pengaruh terhadap banyak orang agar mereka mau membeli produk yang ditawarkan perusahaan.

KOL sendiri merupakan orang yang dikenal masyarakat luas serta memiliki pengaruh besar dan ahli pada bidang-bidang tertentu. Contohnya seperti selebriti, dokter, dan masih banyak lagi.

Selain itu, KOL tidak dilihat dari berapa banyak followers-nya tetapi dari prestasi atau keahliannya. Sehingga bisa saja followers KOL dan influencer justru lebih besar influencer.

Nantinya, KOL akan diajak bekerja sama oleh perusahaan sebagai bagian dari pemasaran produk mereka. KOL akan turut mempromosikan produk agar calon konsumen dapat ter-influence. Kehadiran orang atau tokoh yang sudah dikenali masyarakat tentu dapat membantu meningkatkan angka penjualan.

Kemudian yang perlu diperhatikan juga, dalam memilih KOL tidak boleh sembarangan. Perusahaan harus memilih seorang KOL yang memang ahli pada bidangnya serta relevan dengan produk perusahaan. 

Misalnya, produk yang dijual perusahaan adalah kosmetik maka kamu dapat memilih KOL yang memang spesialis pada bidang tersebut, sehingga calon konsumen juga akan menaruh percaya pada brand kamu.

Promo Dewaweb

Baca Juga: 9+ Cara Jitu Menambah Jumlah Followers dan Likes di Instagram

Jenis-Jenis KOL

Jenis-jenis KOL dapat dibedakan berdasarkan jumlah followers-nya.

Jenis KOLJumlah Followers
Nano Influencer1.000 – 10.000
Micro Influencer10.000 – 50.000
Mid Tier Influencer50.000 – 500.000
Macro Influencer500.000 – 1 juta
Mega Influencer> 1 juta

Memang, followers menjadi aset penting bagi seorang KOL karena itu adalah sebuah “nilai jual” dan tolok ukur kredibilitas mereka.

Semakin banyak jumlah pengikut maka semakin tinggi pula rate card-nya. Rate card ini dapat dikatakan seperti harga yang dipatok oleh KOL untuk kesepakatan promosi.

Perbedaan Influencer dan KOL

Jika dilihat dari pengertiannya, KOL dan influencer memang sama-sama mempengaruhi calon konsumen. Namun, keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Berikut ini perbedaan antara influencer dan KOL adalah sebagai berikut.

Baca Juga: Selebgram: Cara Mendapatkan Uang di Internet

1. Influencer butuh media sosial, KOL tidak

Seorang influencer sangat bergantung pada media sosial untuk mengembangkan niche atau bidang yang ia geluti serta meningkatkan followers. Sementara itu berbeda dengan KOL. 

KOL hanya membutuhkan media sosial sebagai perantara untuk menjangkau audiens serta mendorong penjualan produk. Bahkan, tanpa media sosial sekalipun, KOL akan tetap memiliki banyak audiens serta dianggap kredibel.

2. KOL berkomunikasi dalam satu arah, influencer dalam dua arah

Perbedaan selanjutnya yaitu terdapat pada cara komunikasi keduanya, KOL berkomunikasi dalam satu arah. Maksudnya di sini adalah mereka jarang menanggapi komentar maupun menjawab pertanyaan audiens, seringkali hal itu dilakukan oleh asisten pribadi atau manajer mereka.

Sedangkan influencer menggunakan komunikasi dua arah, mereka aktif dalam berinteraksi dengan audiens. Misalnya dalam menyapa audiens, menjawab komentar, atau yang lain.

3. Konten KOL tidak bergantung pada konten viral

Biasanya, influencer sangat berharap pada konten viral untuk membantu meningkatkan followers mereka. Berbeda dengan KOL yang berfokus pada produk perusahaan serta layanan yang relevan dengan bidang ahlinya. 

Sebuah brand bekerjasama dengan influencer untuk mendapatkan akses ke followers-nya. Sedangkan brand bekerja dengan KOL untuk mendukung kredibilitas produk atau layanan.

Baca Juga: Pengertian Content Marketing, Tujuan, Bentuk dan Contohnya

Fungsi KOL

Setelah mengetahui perbedaannya, di bawah ini terdapat beberapa fungsi atau manfaat ketika perusahaan menggunakan key opinion leader.

1. Membantu promosi produk

Ketika sudah diajak bekerjasama, biasanya KOL juga akan membantu promosikan produk perusahaan dengan melakukan social media marketing. Dengan membantu mempromosikan pada followers mereka, maka akan lebih banyak orang yang mengenal bisnis kamu.

Apabila audiens tertarik dengan bisnis kamu, mereka akan mencari tahu lebih jauh, selanjutnya mungkin akan terjadi transaksi pembelian. 

2. Meningkatkan kredibilitas brand

Seorang KOL dipilih tentu tidak sembarangan, perusahaan pasti melihat bagaimana prestasi serta background mereka sebelum mengajak bekerjasama. Karena mereka memiliki pengalaman serta prestasi yang dapat membantu meningkatkan kredibilitas brand kamu. 

Ketika calon konsumen melihat promosi dari KOL kamu, maka mereka akan lebih mudah percaya rekomendasi tersebut, dan akhirnya mereka memilih brand kamu.

Baca Juga: Apa Itu Branding? Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya Untuk Bisnis

3. Menjaga nama baik brand

Fungsi KOL selanjutnya adalah untuk menjaga nama baik brand. Mengapa demikian? Ketika memutuskan mencari KOL, biasanya perusahaan akan menggunakan KOL management.

Dengan adanya sistem manajemen KOL, perusahaan tentu akan lebih berhati-hati selama masa campaign brand mulai dari proses pengembangan promosi. Selain itu kredibilitas KOL juga turut membantu menjaga nama baik produk kamu.

4. Menambah jumlah pelanggan

Saat memutuskan menggunakan KOL dan kredibilitas brand kamu terus meningkat, peningkatan tersebut dapat berpengaruh pada penambahan jumlah pelanggan. Selain bantuan promosi dari KOL, tambahan pelanggan juga disebabkan oleh testimoni positif yang disampaikan konsumen kepada orang-orang di sekitarnya.

Cara Menentukan KOL yang Tepat

Tujuan dari strategi marketing KOL yaitu meningkatkan brand awareness serta penjualan produk. Nah, agar tujuan tersebut dapat tercapai secara maksimal, penting untuk kamu menentukan KOL yang tepat.

Di bawah ini beberapa cara menentukan KOL adalah sebagai berikut. 

Relevan dengan brand yang dimiliki

Cara pertama adalah pahami background KOL, salah satunya adalah bidang keahlian yang dikuasai. Dengan mengetahui bidang yang dikuasai, kamu bisa melihat apakah relevan dengan brand atau tidak.

Semakin relevan bidang dan keahlian seorang KOL, maka akan semakin mudah juga mereka menyampaikan pada calon konsumen.

Memiliki banyak followers

Selanjutnya adalah melihat berapa followers yang mereka miliki. Meskipun memiliki banyak followers tidak selalu menjamin tujuan akan tercapai, tapi setidaknya semakin banyak pengikut maka akan semakin banyak orang yang mengetahui brand kamu.

Ketahui target audiens

Sebelum memilih KOL, pastikan kamu sudah paham siapa target audiens yang akan dijangkau. Setelah itu kamu bisa memilih KOL yang sesuai dengan target audiens, misalnya target brand kamu adalah para millennial, maka dari itu kamu bisa memilih talent KOL seorang millennial juga agar pesan bisa lebih mudah ditangkap oleh target audiens.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Strategi STP Marketing (Segmenting, Targeting, Positioning)

Pertimbangkan engagement KOL

Seperti yang dijelaskan di atas, mempunyai banyak pengikut tidak selalu memberikan engagement yang tinggi. Maka dari itu selain berfokus pada followers, cari tahu juga engagement rate dari seorang KOL tersebut untuk membantu keberhasilan strategi marketingnya.

Baca Juga: Mengenal Pengertian Engagement Media Sosial & Pengukurannya

Sudah Paham Apa Itu KOL?

Ringkasnya, KOL adalah seseorang yang memiliki tingkat kredibilitas tinggi dilihat dari prestasi serta bidang yang ia kuasai sehingga memiliki kapasitas untuk meng-influence banyak orang.

Dengan menggunakan KOL dalam strategi marketing maka dapat membantu calon konsumen untuk membeli produk dari brand kamu.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat, ya! Kamu juga bisa membaca kumpulan artikel informatif lainnya di blog Dewaweb.

Jika tertarik, kamu juga dapat mengikuti program afiliasi dari Dewaweb ataupun webinar gratis dari Dewatalks yang pastinya bermanfaat untuk menambah wawasanmu seputar dunia digital dan pengembangan website. Salam sukses online!

Read More

8 Strategi Social Media Marketing Paling Jitu untuk Bisnismu

Strategi social media marketing adalah ringkasan dari semua rencana dan harapan yang ingin kamu capai di media sosial. Hal ini memandu tindakan dan memberi tahumu apakah kamu berhasil atau gagal. Setiap posting, replies, likes, dan komentar harus memiliki tujuan. Semakin spesifik strategimu, semakin efektif pula eksekusi yang kamu lakukan. Tetap ringkas. Jangan membuat rencana yang begitu tinggi dan luas sehingga tidak mungkin diukur.

Untuk mencapai kesuksesan bisnis, kamu perlu memanfaatkan berbagai strategi social media marketing yang bisa mendongkrak keuntungan. Nah, ingin tahu beberapa strategi dalam melakukan social media marketing yang bisa kamu pertimbangkan? Yuk, simak informasinya sekarang!

Baca juga: Panduan Lengkap Social Media Marketing untuk Bisnismu

1. Tentukan tujuan social media marketing 

Salah satu masalah paling signifikan yang dihadapi oleh banyak bisnis yang engaged di media sosial adalah bahwa mereka tidak pernah menghabiskan waktu untuk menetapkan tujuan pemasaran media sosial yang relevan dan realistis. Mereka tahu mereka harus ada di media sosial, tetapi mereka tidak tahu mengapa mereka ada di sana.

Tentu saja, tujuan pemasaran media sosial yang kamu miliki harus sesuai dengan perencanaan bisnismu secara keseluruhan. Idealnya, kamu akan menetapkan sasaran strategis untuk bagaimana kamu ingin bisnismu berkembang. Sasaran social media marketing-mu harus melengkapi sasaran bisnismu secara menyeluruhan.

2. Tetapkan Tujuan yang Realistis

Kamu perlu mencari tahu apa yang kamu inginkan dari media sosial pada umumnya. Mungkin kamu ingin pelanggan yang lebih social-savvy, atau mungkin agar bisnismu lebih dikenal. Apa pun itu, ingatlah bahwa perencanaan media sosial layaknya maraton, bukan lari cepat. Jadi kamu  harus berusaha untuk menetapkan tujuan yang sebenarnya dapat dicapai.

Misalnya, harapan mendapat jutaan pengikut Instagram baru di tahun 2019 mungkin sukar terwujud. Dengan menetapkan tujuan yang lebih kecil dan realistis, kamu dapat meningkatkan upaya sosial dengan cara yang masuk akal dan terjangkau. Pada akhirnya, tujuanmu akan mempengaruhi segalanya, mulai dari anggaran hingga jaringan sosial yang kamu tuju.

Baca Juga: Berbagai CMS Untuk Membuat Social Media Sendiri

3. Selidiki strategi social media marketing kompetitor

Sebagian besar perusahaan tidak beroperasi secara terpisah. Kamu biasanya akan memiliki pesaing yang juga akan menjalankan strategi sosial. Kamu sudah pasti perlu tahu apa yang mereka lakukan. Apa fokus mereka? Siapa yang mereka targetkan? Frasa kunci apa yang mereka coba dominasi?

Kamu dapat dengan cepat melakukan analisis pesaing untuk membantumu lebih memahami kekuatan dan kelemahan mereka. Hal ini dapat memberimu pemahaman yang lebih baik tentang apa yang diharapkan pelanggan potensial dari bisnis di industri yang kamu tekuni.

Promo Dewaweb

4. Pahami Audiens

Dengan banyaknya pengguna media sosial di masing-masing platform, kamu perlu strategi untuk bisa menjangkau target audiens semaksimal mungkin. Salah satu caranya adalah dengan menentukan target audiens. Setelah menentukan audiens, kamu bisa melakukan riset untuk memahami potensi dalam menawarkan produk atau jasa kamu.

Selain itu, dengan mengidentifikasikan target audiens, kamu bisa merencanakan konten yang sesuai dengan preferensi mereka. Semakin relevan konten yang kamu buat, kemungkinan untuk di-like, comment, dan share akan lebih besar. Tentukan target audiens dari demografinya, profesi, ketertarikan, dan sebagainya.

Baca Juga: 10 Platform Media Sosial Terbaik untuk Bisnis Kamu

5. Manfaatkan Live Video

Salah satu strategi social media marketing yang bagus dimanfaatkan yakni live video. Live video adalah salah satu cara agar media sosialmu dapat melakukan pemasaran dan promosi. Kini, kepopuleran live video untuk berjualan di berbagai platform semakin diminati, contohnya seperti di platform TikTok dan Instagram.

Untuk membuat video live yang menarik, kamu harus pintar memilih topik yang sesuai dengan target audiens. Video yang menarik dan menyenangkan di sosial media bisa meningkatkan traffic website dan akhirnya penjualan akan meningkat. Kamu juga dapat memaksimalkan engagement media sosial dengan membuat sesi QnA di akhir video live.

6. Buat Konten yang Cocok Dibagikan Followers

Tentu saja, untuk menjadi sukses di media sosial, kamu membutuhkan konten berkualitas tinggi untuk dibagikan. Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan bisnis adalah membagikan materi promosi yang berlebihan.

Ingatlah bahwa jejaring sosial dirancang untuk bersosialisasi (jejaring sosial tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi pasar bagi kamu untuk menjual produkmu). Oleh karena itu, kamu perlu menyeimbangkan konten yang kamu bagikan melalui media sosial.

Buatlah konten yang mencampur item informatif dan menghibur, dengan sedikit persentase materi promosi yang ditambahkan.

Kamu juga perlu menyukai dan berbagi konten orang lain. Hal ini mungkin adalah alasan paling signifikan dibalik kesuksesan influencer di media sosial. Mereka tahu audiens mereka dengan baik dan membuat konten yang sempurna untuk menarik pengikut mereka. Sebagai brand, kamu perlu melakukan hal yang sama.

Baca Juga: 7 Tips Membuat Caption Instagram untuk Tingkatkan Engagement

7. Berinteraksi dengan Followers

Strategi social media marketing lainnya yakni bangun interaksi dengan followers/audiens. Media sosial tidak hanya digunakan untuk membantu pelanggan mendapatkan informasi tentang bisnismu, tetapi media sosial juga membantu kamu berkomunikasi langsung dengan audiens dan pelanggan.

Dengan strategi ini, kamu bisa mengetahui apa yang audiens ingin dan butuhkan. Selain itu, kamu dapat banyak inspirasi konten dan feedback terhadap produk atau layanan bisnismu dari respons yang mereka berikan.

8. Lakukan Evaluasi Rutin

Strategi yang tak kalah penting adalah melakukan evaluasi. Mengapa hal ini penting? Pasalnya Kesuksesan penggunaan strategi pemasaran di media sosial berbeda-beda. Bisa saja strategi A bekerja dengan baik untuk bisnis tertentu tapi tidak untuk bisnismu, begitu juga dengan strategi pemasaran B.

Maka dari itu, melakukan evaluasi secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui strategi social media mana yang cocok untukmu. Saat mencoba beberapa strategi, kamu harus melakukan evaluasi untuk membantu melakukan peningkatan pada strategi pemasaran yang selanjutnya.

Simak Video Panduan Social Media Marketing berikut:

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Engagement Media Sosial & Cara Mengukurnya

9. Perhatikan Zona Waktu

Strategi sosial media marketing untuk bisnis yang lainnya adalah memperhatikan zona waktu. Sebab, bisa jadi saat kita memposting di sosial media pagi atau siang, dengan konsep “selamat makan siang”, konten tersebut dianggap sudah kadaluarsa, karena target audiens anda sudah makan duluan.

Tidak hanya itu, perbedaan zona waktu juga menjadikan pembeda habit/kebiasaan. Bagi mereka yang tinggal di daerah metropolitan, mungkin akan sering membuka handphone pada saat pagi hari, namun bagaimana jika mereka yang tinggal diluar metropolitan? Aktivitas pagi mereka mungkin akan jauh dari handphone, dan konten tersebut baru bisa dinikmati kemudian.

Manfaatkan Strategi Social Media Marketing untuk Bisnis!

Melakukan strategi social media marketing terbaik perlu usaha yang besar. Kamu mungkin perlu untuk mencoba agar mengetahui strategi terbaik bagi bisnismu. Cobalah beberapa strategi mudah di atas dan pantau pengaruhnya terhadap media sosialmu. Ikuti beberapa strategi di atas untuk membantumu melakukan pemasaran di media sosial.

Jika mengalami kesulitan, kamu bisa mengikuti program kelas digital yang bisa membantu kamu memahami proses Search Engine Optimization dari Turnbacklink, yang terbukti  dapat membantu performa situs lebih baik. Semoga berhasil dan salam sukses online!

Read More

15 Strategi Instagram Marketing untuk Sukseskan Bisnis

Instagram marketing bisa menjadi pilihan paling tepat untuk mengembangkan usaha melalui kanal digital marketing. Sebab, menurut data dari Capital One, lebih dari 1.63 miliar (70% dari pengguna aktif tiap bulan) telah berbelanja melalui Instagram. Sebanyak 1.03 miliar (44% dari pengguna aktif tiap bulan) bahkan berbelanja di Instagram tiap minggunya.

Sementara di Indonesia sendiri, pengguna aktif Instagram tiap bulannya sebanyak 109,33 juta pengguna. Masifnya angka ini membuat teknik pemasaran di Instagram menjadi salah satu strategi terbaik untuk menjalankan social media marketing.

Agar lebih jelas, berikut ini Dewaweb sudah rangkumkan beberapa strategi pemasaran di Instagram yang wajib dicoba untuk melancarkan bisnismu. Simak sampai akhir ya!

Strategi Marketing Instagram untuk Sukseskan Bisnis

Berikut ini beberapa strategi pemasaran di Instagram yang bisa membantu bisnismu berkembang melalui media sosial Instagram:

1. Buat akun Instagram Bisnis

Langkah pertama yang wajib kamu lakukan agar bisa melancarkan Instagram marketing adalah membuat akun Instagram for Buisness. Sebab, akun bisnis akan memudahkan calon konsumen untuk menghubungimu dan memberikan kesan jauh lebih profesional.

Selain itu, akun Instagram Bisnis juga mempunyai beberapa fitur yang tidak dimiliki akun Instagram pribadi. Beberapa fiturnya seperti Instagram Ads untuk beriklan serta Insights untuk menganalisis dan menyajikan statistik tentang akunmu.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Instagram Bisnis & Tips Berjualan di IG

2. Branding profil bisnis

Branding adalah salah satu tahapan paling penting dalam bisnis apa pun. Kamu bisa melakukan branding dengan banyak cara, di antaranya:

  • Memakai username Instagram yang merepresentasikan bisnis dan mudah diingat.
  • Menggunakan desain logo sebagai foto profil Instagram.
  • Tuliskan bio Instagram yang menjelaskan tentang bisnismu, kamu juga bisa mengubah font bio Instagram agar lebih menarik.
  • Gunakan CTA, terlebih jika ada promo yang sedang berlangsung.
  • Tambahkan tautan ke website bisnis milikmu jika ada.
  • Buat highlight dari story yang mengandung hal-hal penting seperti promo atau produkmu.

Berikut ini contoh profil Instagram yang sudah pantas untuk operasi bisnis mulai dari username, bio, CTA, hingga highlight-nya.

instagram marketing- profil instagram dewaweb

Promo Dewaweb

3. Optimasi feeds Instagram

Masuk ke tampilan feeds, kamu juga harus membuat feeds Instagram kamu dengan rapi dan tertata. Tujuannya adalah agar pengunjung bisa terpikat dan tidak kebingungan dengan postingan-postingan kamu.

Dengan menggunakan teknik optimasi feeds Instagram yang tepat, kamu dapat mengatur dan mengoptimalkan tata letak, urutan, dan kualitas konten agar lebih menarik bagi pengguna. Beberapa strategi yang dapat digunakan dalam optimasi feeds Instagram antara lain menggunakan tema yang konsisten, memikirkan secara matang urutan postingan, dan memperhatikan kualitas gambar dan teks dalam setiap postingan.

Baca Juga: Mau Buat Feed Instagram Aesthetic? Ikuti 5+ Cara Ini!

Selain itu, kamu bisa menyematkan tiga postingan penting yang kamu inginkan, misalnya postingan promo yang sedang berlaku ataupun event yang sedang berlangsung. Penyematan ini akan sangat berguna agar pengunjung bisa dengan mudah menemukan poin penting yang sedang kamu tonjolkan.

Berikut ini contoh postingan yang disematkan di feeds Instagram milik Wingstop Indonesia.

optimasi feeds instagram - penyematan

4. Buat caption menarik

Membuat caption Instagram yang menarik merupakan salah satu strategi dalam Instagram marketing yang sangat penting. Dengan caption yang menarik, kamu dapat memikat perhatian pengguna Instagram dan membuat mereka tertarik untuk melihat dan berinteraksi dengan postinganmu.

Untuk membuat caption menarik, kamu perlu memikirkan tema atau pesan yang ingin kamu sampaikan kepada audiensmu. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan panjang caption, menggunakan kata-kata yang menarik, dan menyesuaikannya dengan konteks postingan.

Kamu juga bisa menyisipkan emoji atau emotikon untuk menambahkan kesan lebih ekspresif. Dengan caption yang menarik dapat meningkatkan interaksi pengguna dan meningkatkan awareness atau kesadaran merek Anda di platform Instagram.

Baca Juga: 7 Tips Membuat Caption Instagram untuk Tingkatkan Engagement

5. Gunakan branded hashtag

Penggunaan hashtag yang relevan dengan konten yang diposting dapat membantu meningkatkan visibilitas dan mencapai audiens yang lebih luas. Salah satu teknik yang populer adalah menggunakan branded hashtags.

Branded hashtag berarti tagar yang akan mengarah langsung ke produk bisnismu dan tidak akan ditemukan di brand lain. Branded hashtag bisa berupa tagline bisnismu atau campaign yang sedang berlangsung.

Misalnya kamu punya bisnis kopi susu berbahan susu sapi murni, maka branded hashtag-nya bisa menjadi #Cowffee atau #MooCoffee. Penggunaan branded hashtag ini penting untung memudahkan pengguna mencari produkmu sehingga pastikan tagarnya tidak sulit diketik.

6. Tingkatkan engagement

Engagement adalah hal terpenting dalam social media marketing terlepas apa pun platform-nya. Makin tinggi engagement atau tingkat keterlibatan pengguna dengan konten, maka dapat dikatakan semakin baik kualitas konten tersebut.

Untuk meningkatkan engagement ini ada beberapa cara, misalnya membuat konten menarik sesuai niche bisnis, menerapkan strategi viral marketing terhadap trend yang sedang naik daun, hingga menyelenggarakan giveaway.

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Engagement Instagram, Wajib Tahu!

7. Memaksimalkan fitur Reels

Fitur Reels resmi masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 2021. Sebagai fitur yang terbilang baru, Reels berhasil menarik kembali minat pengguna Instagram untuk tetap berinteraksi dengan konten-konten yang sudah tersebar dari para content creator.

Bahkan disebutkan juga bahwa penggunaan fitur Reels ini dapat meningkatkan 54% engagement saat fitur ini dimaksimalkan penggunaannya. Dengan maksimal durasi tiga menit, kamu bisa memanfaatkannya dengan membuat konten Reels sesuai produk bisnismu dengan cukup leluasa.

Baca Juga: Panduan Reels Instagram, Fitur-Fitur, dan Cara Membuatnya

8. Manfaatkan Instagram Story

Selain Reels, ada juga fitur lain yang dapat digunakan, yaitu Instagram Story. Fitur ini bisa membawa keuntungan tersendiri karena audiens akan memilih melihat story dari orang-orang yang benar-benar mereka ikuti.

Tidak hanya itu, Instagram story ini juga bisa menjadi cara untuk membangun interaksi dengan para followers karena ada beberapa fitur yang dapat dimanfaatkan, seperti poll, QnA, dan lain sebagainya. Durasinya yang cukup singkat, yaitu maksimal 60 detik, membuat IG Story menjadi pilihan tepat untuk mem-posting konten ringan namun tetap sesuai dengan branding bisnis.

Namun, perlu diingat bahwa konten Instagram Story akan hilang dalam 24 jam. Jadi, pastikan kembali apakah konten tersebut hanya perlu satu kali dikonsumsi atau perlu seterusnya ada pada Instagram milikmu. Kamu bisa menyiasatinya dengan membuatnya menjadi highlight jika memang diperlukan lagi suatu saat.

9. Manfaatkan Instagram TV

Berbeda dengan dua fitur sebelumnya, Instagram TV (IGTV) memungkinkan pengguna untuk menonton videomu dengan durasi panjang atau bisa dibilang sangat mirip dengan YouTube. Untuk mulai menggunakan IGTV, kamu bisa men-download terlebih dahulu aplikasi IGTV.

Setelah download, login menggunakan akun Instagram milikmu kemudian, klik tanda Tambah (+) di kanan atas untuk mulai membagikan video. Perlu diketahui, ada beberapa persyaratan sebelum mulai berbagi video di IGTV:

  • Durasi video yang dibagikan minimal satu menit.
  • Durasi video jika di-upload dari smartphone adalah 15 menit sementara jika dari web durasi maksimal menjadi 60 menit.
  • Format video harus MP4.
  • Aspek rasio untuk video vertikal (portrait) adalah 9:16 sementara video horizontal (landscape) adalah 16:9.
  • Resolusi video minimal adalah 720 piksel dan framerate minimal 30 FPS.
  • Ukuran maksimal untuk video yang berdurasi 10 menit atau di bawahnya adalah 650 MB.
  • Ukuran maksimal untuk video yang berdurasi hingga 60 menit adalah 3,6 GB.
  • Ukuran sampul video (cover) yang disarankan adalah 420px kali 654px.

IGTV ini bisa kamu manfaatkan untuk berbagi video promosi tentang produkmu, video tutorial, funny content, ataupun untuk berbagai info mengenai bisnismu. Konten dalam IGTV ini juga akan seterusnya ada di akun Instagram milikmu, kecuali kamu menghapus atau mengarsipkannya.

Baca Juga: Jenis-Jenis Konten Instagram untuk Tingkatkan Engagement

10. Coba live di Instagram

Supaya konten lebih engage dan bisa terjadi komunikasi dua arah dengan followers, kamu bisa mencoba live atau siaran langsung di Instagram. Menurut data dari AOV Up, 80% orang lebih memilih menonton siaran langsung dibandingkan membaca artikel di blog. Hal ini tentu bisa kamu manfaatkan untuk menjangkau audiens lebih luas.

Pilihan live Instagram ini terletak di paling kiri saat kamu hendak membuat Instagram Story. Ketika kamu memulai live, para followers-mu akan mendapatkan notifikasi secara otomatis. Jadi, mereka bisa langsung tahu bahwa kamu sedang memulai siaran langsung.

Saat kamu melakukan siaran langsung, posisi stories kamu juga akan menjadi yang terdepan (paling kiri) dibandingkan stories akun Instagram lainnya. Jadi, ketika kamu live kamu akan benar-benar terekspos oleh semua followers-mu. Semakin banyak penonton saat live, semakin tinggi pula kesempatanmu untuk ditampilkan di “Top Live” pada menu Explore.

Live Instagram ini bisa kamu manfaatkan untuk mempromosikan produk yang sedang promo atau ketika ada cuci gudang, mengumumkan produk yang baru diluncurkan, merekam event yang sedang berlangsung, dan masih banyak lagi. Setelah live selesai, kamu bisa mem-posting-nya dalam bentuk stories sehingga followers yang kelewatan tetap bisa tahu apa yang kamu bahas dalam sesi live tadi.

11. Manfaatkan fitur Instagram Bisnis

Instagram for Business dilengkapi dengan berbagai fitur canggih untuk menunjang bisnismu. Berikut ini beberapa fiturnya yang wajib kamu manfaatkan:

  • Insights: Fitur untuk menganalisis performa akun bisnismu. Fitur insights Instagram dapat menampilkan followers baru, jumlah unfollowers, seberapa sering profil akunmu dikunjungi, jumlah impressions, dan masih banyak lagi.
  • Instagram Ads: Fitur untuk memasang iklan di Instagram sehingga penjualanmu bisa meningkat.
  • Tombol kontak: Fitur ini berguna agar memudahkan calon konsumen menghubungimu melalui nomor telepon ataupun email.
  • Quick Reply: Fitur ini memungkinkanmu untuk membalas cepat berbagai pesan yang masuk lewat direct message (DM). Untuk mencoba fitur ini, masuk ke menu Bisnis dari Pengaturan. Pilih Balasan Cepat, lalu klik tombol “+” yang ada di kanan atas. Kemudian tuliskan pesanmu beserta shortcut-nya untuk mengaktifkan pesan cepat yang sudah kamu buat sebelumnya.
  • Swipe Up: Jika akun bisnismu memiliki lebih dari 10 ribu followers, kamu bisa menambahkan tautan ke stories dalam bentuk swipe up. Jadi, ketika story-mu digeser ke atas followers-mu bisa secara langsung diarahkan ke halaman website atau landing page.

Fitur-fitur di atas ini gratis, terkecuali Instagram Ads karena memerlukan budget untuk memasang iklan. Jadi, pastikan kamu memanfaatkan semuanya dengan baik.

Baca Juga: 10 Fitur Instagram yang Dapat Membantu Memasarkan Produk

12. Buat jadwal posting

Terkait waktu posting, pastikan kamu mengunggah kontenmu secara rutin tanpa mengganggu followers kamu dengan update yang berlebihan. Nantinya, kamu bisa memilih jadwal dengan melakukan testing di waktu yang berbeda dan lihat hasilnya.

Kamu bisa menganalisis di waktu mana postingan memiliki engagement paling tinggi. Setelah kamu mengetahui mana waktu yang tepat, jadwalkanlah postingan kamu agar bisa diunggah saat itu. Kamu juga bisa memerhatikan algoritma Instagram agar engagement lebih tinggi.

Baca Juga: Panduan Lengkap Algoritma Instagram, Tips dan Cara Kerjanya

13. Reposting dari followers

Strategi Instagram marketing selanjutnya adalah me-repost postingan story, reels, ataupun feeds dari followers yang sudah tag akun bisnismu. Hal ini bertujuan membangun komunikasi dua arah sehingga terjadi kedekatan antara bisnismu dengan konsumen.

Dengan me-repost postingan dari followers, mereka pasti akan merasa lebih dihargai dan dipedulikan. Ini juga bisa menjadi salah satu kelebihan atau kekuatan brand-mu dibandingkan kompetitor. Kamu juga bisa membuat konten interaktif di Instagram secara rutin agar komunikasi dua arah dapat terus terjalin.

Baca Juga: 7 Contoh Konten Interaktif Instagram untuk Sukseskan Bisnis

14. Kerja sama dengan influencer

Identifikasi influencer di Instagram yang relevan dengan brand atau industri kamu dan mulailah membangun hubungan dengannya. Kamu bisa memberi mereka kontrol atas akunmu selama beberapa hari atau ajak mereka kerja sama dalam bentuk konten sponsor di akun mereka sendiri.

Mensponsori mereka dengan produk atau layanan kamu bisa menjadi cara yang baik untuk mengekspos merek kamu ke komunitas Instagram yang lebih besar. Cara lainnya juga bisa seperti endorsement ataupun menggunakan si influencer sebagai brand ambassador.

15. Pakai Instagram Ads

Strategi terakhir untuk berbisnis di Instagram adalah dengan beriklan di Instagram Ads. Dengan memasang iklan, produkmu bisa dijangkau oleh audiens yang jauh lebih luas bahkan hingga luar negeri sekalipun.

Namun, langkah ini tentu saja tidak gratis. Pastikan kamu memiliki alokasi anggaran untuk beriklan. Walaupun berbayar, biaya pasang iklan di Instagram Ads juga bisa kamu atur sesuai budget. Kamu bisa mencari panduan cara membuat Instagram Ads di artikel Panduan Instagram Ads: Cara Pasang dan Biayanya.

Baca Juga: 20+ Instagram Tools Gratis yang Bermanfaat bagi Pemilik Bisnis

Segera Sukseskan Bisnismu dengan Instagram Marketing!

Sampai di sini pastinya kamu sudah tahu strategi Instagram marketing mana yang akan kamu gunakan. Sebagai pertimbangan, pilihlah strategi yang cocok dengan bisnis dan target pasarmu.

Jika bisnismu sudah berhasil di Instagram, kamu bisa mencoba social media marketing lainnya ataupun memperluas jangkauan bisnismu dengan menerapkan strategi digital marketing yang memungkinkan. Sebaiknya, kamu juga mulai mencoba website marketing agar terlihat jauh lebih profesional dan terpercaya.

Baca Juga:

Read More